Burnout : Ketahui ciri-ciri hingga penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya

 

Stres merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari, siapa pun dan dari golongan profesi apapun pasti pernah mengalaminya. Jika kita berbicara mengenai stres tentunya pasti banyak penyebabnya.

 

Burnout Syndrome atau yang lebih dikenal dengan Burnout kini banyak dialami oleh banyak orang dari profesi dan golongan apapun.

 

Apa itu Burnout?

Istilah burnout atau atau burnout syndrome pertama kali dikemukakan oleh Herbert J Freudenberger seorang psikolog Amerika kelahiran Jerman pada tahun 1973. Burnout Syndrome merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami stres berlebihan yang berkepanjangan, lelah secara fisik, mental maupun emosional.

 

Penyebab Burnout

Banyak hal yang menyebabkan burnout terjadi, salah satunya karena pekerjaan yang menumpuk tak kunjung selesai, banyaknya tuntutan yang harus dijalankan, beban pekerjaan yang terlalu berat maupun kurang nya apresiasi oleh atasan.

  

Kenali ciri-ciri burnout

Setiap orang yang mengalami burnout memiliki tanda maupun gejala yang berbeda-beda, tergantung dari seberapa besar parahnya burnout yang dialami. Pada umumnya, burnout terjadi dalam waktu yang lama dan akan menimbulkan beberapa dampak.

 

  1. Dampak secara fisik

Dampak secara fisik yang dapat terlihat adalah badan sering sakit, sakit kepala dan otot. Selain itu dampak yang paling dirasakan secara fisik gangguan tidur pada tahap yang lebih parah akan mengalami gangguan kecemasan hingga depresi.

 

  1. Dampak secara emosional & Mental

Dampak yang ditimbulkan secara emosional adalah mudah merasa kelelahan secara emosional, mudah marah, sulit fokus, sensitif, merasa frustasi pada hal apapun, mudah menyerah, membenci pekerjaan yang dilakukan, mudah menangis dan cenderung berpikiran negatif. Selain itu pada dampak yang terlihat adalah lebih sering putus asa dan merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah hal yang sia-sia.

 

Segala sesuatu hal yang berdampak negatif  jika tidak dihentikan dan ditangani dengan segera tentu saja tidak hanya akan menganggu produktivitas namun juga menganggu mental, hingga pada tahap yang paling serius akan menimbulkan depresi. Sama hal nya seperti dengan burnout yang harus ditangani dengan segera. Untuk itu berikut adalah beberapa cara mengatasi burnout.

 

  1. Mulai menyediakan waktu dengan diri sendiri

Menyediakan waktu untuk diri sendiri seperti halnya menggunakan bermain dengan hewan peliharaan kesayangan atau dengan menyempatkan diri pergi ke alam terbuka.

 

  1. Memilih lingkungan yang positif dan sehat

Kita dapat membangun hubungan pertemanan dengan orang lain, seperti halnya mengobrol, bercanda, pergi makan bersama maupun bermain game, bahkan menonton film bersama dapat meminimalkan dan mencegah stres selepas bekerja.

 

  1. Berolahraga

Selain itu, berolahraga menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk menghilangkan rasa penat dan stres yang dirasakan selepas bekerja.

 

  1. Memanfaatkan waktu berkumpul bersama dengan keluarga

Memanfaatkan waktu cuti untuk berkumpul bersama dengan keluarga dan bercengkrama bersama. Membantu kita untuk melepaskan beban pekerjaan sejenak.

 

  1. Mendekorasi ruangan

Salah satu usaha yang dapat kita gunakan untuk meminimalkan burnout adalah dengan dekorasi ruangan. Kita dapat memilih dan mengaplikasikan desain-desain yang kita suka yang membuat kita nyaman dan betah untuk beristirahat di rumah. Selain itu, peran dekorasi lampu rumah juga mendukung kenyamanan kita untuk itu, Anda bisa menggunakan lampu pilihan 3 warna dari Lampbond, yang dapat memberikan suasana pencahayaan yang berbeda-beda jika sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Jika Anda butuh informasi lebih lanjut Anda dapat menjangkau kami melalui instagram (@lampbond).

Back to the top