Mengulik Perkembangan Lampu Dari Waktu Ke Waktu

Sumber cahaya maupun penerangan merupakan salah satu hal yang penting untuk menunjang segala aktivitas. Tak Ayal jika tidak ada sumber penerangan, aktivitas yang kita lakukan akan terhambat khususnya pada saat malam hari maupun di saat kita berada tempat yang minim sumber cahaya.

 

Sekarang ini Anda akan dengan mudahnya menemukan banyak jenis lampu yang beranekaragam namun, tahukan Anda bahwa sebelum banyaknya jenis-jenis lampu yang kita temukan saat ini, lampu begitu banyak mengalami proses modifikasi dari masa ke masa yang banyak disempurnakan oleh banyak ilmuwan.

 

 

Awal Penemuan Lampu

Dilansir dari  The Business Lighting Experts, berawal dari  Humphry Davy  yang melakukan banyak eksperimen dengan listrik hingga dari eksperimen nya tersebut terciptalah baterai listrik. Tidak hanya sampai disitu, Humphry Davy kembali melakukan eksperimennya dengan menghubungkan kabel dan baterai dengan sepotong karbon.

 

Dari eksperimen baterai dan karbon tersebut, munculah sinar yang menghasilkan cahaya. Dari penemuannya ini lalu Humphry Davy dikenal sebagai penemu lampu listrik, kendati demikian lampu listrik ini tidak bisa menghasilkan cahaya tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama.

 

Pada tahun 1840 seorang Ilmuwan Inggris Warren De La Rue melakukan eksperimen dengan mencoba melapisi filamen melingkar ke dalam tabung vakum dan mencoba mengalirkan arus listrik melalui media tersebut, dengan harapan konsep titik leleh platinum yang tinggi akan memungkinkan benda ini dapat beroperasi pada suhu ruangan yang tinggi, sehingga molekul gas akan bereaksi dengan platinum diharapkan akan meningkatkan umur penemuannya ini. Sayangnya meskipun desain Warren De La Rue cukup efiesien, memiliki sejumlah kendala. Kendala dari biaya platinum yang tergolong mahal sehingga tidak memungkinkan untuk diproduksi untuk komersial.

 

Berlanjut pada tahun 1850 Joseph Wilson Swan menciptakan "Bohlam Lampu" dengan menyematkan filamen dengan menggunakan kertas terkabonasi yang ditempatkan di dalam wadah tabung yang kedap udara. Pada 1860 Joseph Wilson Swan sudah memiliki purwarupa (prototipe) yang sudah berfungsi, sayangnya karena kurangnya vakum dan pasokan listrik yang tidak memadai mengakibatkan temuannya ini memiliki masa pakai yang sangat singkat. Tidak menyerah, Swan kembali melanjutkan eksperimen bohlam lampunya. Pada 1878 Swan mengembangkan bohlam lampu yang lebih tahan lama dengan menggunakan bahan benang katun yang aman yang mana benang katun ini membantu masalah penghitaman di bohlam lampu.

 

Dengan temuannya tersebut, Edison datang membantu Swan mengganti komponen filamen yang tipis dengan filamen yang memiliki ketahanan yang tinggi yang mampu membuat lampu langsung memancarkan cahaya sinar. Setelah koreksi yang diberikan oleh Edison, Swan kembali memperbaiki dan menerapkan hal tersebut dengan temuannya dan tak lama Swan mendirikan perusahaan pembuat logam, karena tindakanya ini, Edison dan Swan sempat memperebutkan hak paten yang diajukan oleh Swan. Perebutan hak paten ini berlangsung lama dan berlarut-larut hingga pada akhirnya Edison dan Swan melakukan merger dan membuat perusahaan Edison-Swan United yang menjadi salah satu produsen lampu terbesar di Dunia.

 

Tidak hanya sampai disitu, pada 24 Juli 1874 seorang ahli listrik medis dari Toronto bernama Henry Woodward bersama partnernya Mathew Evans mengajukan sebuah paten, mereka membuat lampu-lampu dengan ukuran yang banyak ukuran dan bentuk yang mana mereka menempatkan karbon tersebut di antara silinder kaca yang sudah diisi dengan nitrogen. Henry Woodward & Mathew Evans lantas berusaha untuk mengkomersilkan hasil temuan mereka, namun usaha yang mereka lakukan tidak berhasil hingga akhirnya paten tersebut dijual ke Edison pada tahun 1879.

 

 

 

Thomas Alva Edison Dengan Penemuan Lampu Pijarnya

Di tahun 1878 Thomas Edison mulai melakukan penelitiannya untuk mengembangkan lampu pijar yang praktis. Pada 14 oktober 1878, Edison mencoba mengajukan permohonan "Improvement In Electric Lights" sembari terus menguji jenis-jenis bahan seperti filamen logam untuk menyempurnakan desain aslinya. Kembali mengajukan paten di 4 November 1879, Edison mengajukan paten AS lainnya untuk temuan lampu listrik yang menggunakan filamen karbon yang dihubungkan dengan platina ke kabel kontak.

 

Dari temuannya tersebut, Edison bersama dengan tim nya kembali mendapatkan temuan bahwa, bambu filamen dapat bertahan lebih dari 1200 jam. Dari temuan bambu filamen yang dapat bertahan lama tersebut, pertanda awal dimulainya bola lampu (bohlam lampu) yang diproduksi secara komersial hingga pada tahun 1880 Edison memulai bisnis nya dengan mendirikan perusahaan bernama "Edison Electric Light Company" yang memasarkan bola lampu di kala itu.

 

Perkembangan Bohlam Lampu Dimulai

Pada tahun 1905 perusahaan General Electric Company menjadi perusahaan pertama yang mematenkan metode pembuatan filamen tungsten yang dapat digunakan dalam bohlam lampu pijar. Lampu bohlam ini menggunakan kawat halus sebagai komponennya.

 

Dari tahun 1910-1990 banyak perubahan-perubahan dan inovasi yang dicetuskan oleh banyak ahli, hingga lampu dengan bahan compact fluorescent mulai banyak dipasarkan kepada konsumen.

Back to the top